Key Takeaways
- Banyak WNI yang selesai magang di Jepang memilih untuk tetap tinggal secara ilegal.
- Program Specified Skilled Workers (SSW) memberikan kesempatan kerja bagi WNI di berbagai sektor di Jepang.
- Beberapa WNI memilih overstay setelah program selesai dengan harapan bisa tetap bekerja di Jepang.
- Pemerintah Indonesia menyediakan program pelatihan untuk membantu pekerja migran kembali dan mandiri secara finansial.

Jepang udah lama jadi salah satu negara tujuan favorit buat kerja, terutama buat WNI yang ingin mendapatkan pengalaman dan penghasilan lebih baik. Lewat program magang dan skema Specified Skilled Workers (SSW), banyak WNI bisa bekerja di berbagai sektor seperti perawatan, pertanian, otomotif, hingga penerbangan.
Tapi ternyata, setelah program magang selesai, banyak WNI yang memilih nggak balik ke Indonesia. Mereka tetap tinggal di Jepang secara ilegal atau disebut overstay. Padahal, keberadaan mereka yang melebihi izin tinggal bisa berdampak serius, baik buat diri mereka sendiri maupun hubungan antara Indonesia dan Jepang.
Kenapa fenomena ini bisa terjadi? Apa faktor yang bikin mereka lebih memilih tetap di Jepang daripada pulang ke tanah air? Yuk, bahas lebih dalam!
Kenapa Banyak WNI Memilih Overstay di Jepang?

Ada beberapa alasan kenapa banyak WNI yang sudah menyelesaikan magang atau program Specified Skilled Workers (SSW) di Jepang memilih buat nggak pulang. Keputusan ini biasanya didasari oleh faktor ekonomi, peluang kerja, hingga kondisi di Indonesia yang nggak sesuai harapan mereka.
1. Gaji dan Standar Hidup yang Lebih Baik
Jepang dikenal sebagai negara dengan gaji yang tinggi dibandingkan Indonesia. Pekerja magang atau tenaga kerja SSW di Jepang bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan sejenis di Indonesia.
- Dengan gaji lebih besar, mereka bisa mengirim uang ke keluarga di Indonesia dan meningkatkan taraf hidup.
- Biaya hidup di Jepang memang tinggi, tapi buat yang bisa berhemat dan kerja ekstra, mereka masih bisa menyisihkan tabungan dalam jumlah yang signifikan.
Hal ini bikin banyak WNI berpikir, “Kalau gue balik ke Indonesia, bisa nggak gue dapet kerja dengan gaji yang sama?”
2. Minimnya Peluang Kerja di Indonesia
Banyak pekerja migran ragu buat balik ke Indonesia karena sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang layak. Setelah mereka terbiasa dengan standar kerja di Jepang, mencari pekerjaan dengan sistem dan gaji serupa di Indonesia terasa menantang.
- Sektor-sektor seperti manufaktur dan perawatan di Indonesia nggak menawarkan gaji setinggi Jepang.
- Pekerjaan formal di Indonesia sering kali membutuhkan koneksi atau pengalaman yang lebih panjang.
Akhirnya, banyak yang memilih tetap tinggal di Jepang, meskipun harus hidup dengan status ilegal.
3. Biaya dan Proses Administrasi yang Sulit
Kalau mereka ingin kembali ke Jepang secara legal setelah pulang ke Indonesia, mereka harus melewati proses administrasi yang cukup rumit dan memakan biaya.
- Mengurus visa kerja baru nggak mudah, terutama buat yang nggak memiliki keterampilan spesifik.
- Mereka harus mencari perusahaan baru yang mau memberikan kontrak kerja, sementara di Jepang mereka bisa langsung bekerja tanpa harus mengulang proses dari nol.
Karena itu, banyak yang lebih memilih tetap tinggal di Jepang meskipun risikonya besar.
4. Keinginan untuk Hidup Permanen di Jepang
Beberapa WNI yang bekerja di Jepang mulai nyaman dengan kehidupan di sana. Mereka merasa kondisi kerja lebih baik, lingkungan lebih teratur, dan sistem sosial lebih mendukung dibanding di Indonesia.
- Jepang punya sistem transportasi yang efisien dan lingkungan kerja yang lebih profesional.
- Beberapa pekerja merasa lebih dihargai di Jepang dibandingkan di Indonesia.
Mereka yang udah merasa cocok dengan gaya hidup di Jepang cenderung memilih untuk tetap tinggal, meskipun harus bersembunyi dari pihak imigrasi.
5. Pengaruh dari Sesama Pekerja Migran
Nggak sedikit WNI yang tetap tinggal di Jepang karena mendapat dorongan dari sesama pekerja migran. Ada komunitas pekerja ilegal yang membantu mereka mencari kerja dan tempat tinggal, bikin mereka merasa lebih aman meskipun tinggal tanpa dokumen resmi.
Namun, keputusan buat overstay ini bukannya tanpa risiko. Banyak dari mereka yang akhirnya kesulitan mendapatkan pekerjaan tetap, hidup dengan rasa khawatir dideportasi, dan kehilangan akses ke layanan kesehatan atau fasilitas lainnya.
Kalau begitu, apa yang bisa dilakukan supaya para pekerja migran tetap bisa mendapatkan penghasilan yang layak tanpa harus overstay?
Apa yang Bisa Dilakukan Agar WNI Tidak Overstay?

Keputusan untuk overstay di Jepang bisa berisiko tinggi, mulai dari denda, deportasi, hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Tapi di sisi lain, banyak WNI tetap bertahan karena faktor ekonomi dan ketidakpastian di Indonesia. Lalu, gimana caranya supaya mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan yang layak tanpa harus melanggar hukum?
1. Maksimalkan Peluang Kerja yang Legal di Jepang
Buat WNI yang ingin tetap bekerja di Jepang setelah program magang atau SSW selesai, ada beberapa cara legal yang bisa dilakukan:
- Mencari perusahaan yang bersedia memperpanjang kontrak. Kalau lo masih dalam status legal, lebih baik cari perusahaan yang mau memperpanjang izin kerja lo daripada memilih overstay.
- Mengajukan visa kerja yang sesuai. Jepang punya beberapa skema kerja yang bisa diakses oleh pekerja asing, termasuk program SSW level lanjut atau visa tenaga ahli (highly skilled professional).
- Belajar keterampilan baru yang lebih dibutuhkan. Beberapa sektor di Jepang masih kekurangan tenaga kerja, seperti perawatan lansia dan teknologi. Dengan meningkatkan keterampilan, peluang buat dapet pekerjaan legal jadi lebih besar.
2. Manfaatkan Program Pelatihan dari Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia sebenarnya udah menyiapkan beberapa program buat pekerja migran yang kembali ke tanah air. Salah satunya adalah pelatihan keterampilan dan kewirausahaan yang bisa bantu mereka mandiri secara finansial setelah pulang.
- Ikut pelatihan bisnis atau wirausaha. Banyak program dari pemerintah yang ngasih modal dan bimbingan buat mantan pekerja migran yang pengen mulai usaha sendiri.
- Pelatihan keterampilan kerja. Misalnya, kursus teknisi, perawatan kesehatan, atau bidang lain yang masih punya banyak peluang kerja di Indonesia.
Banyak mantan pekerja migran yang akhirnya sukses membangun bisnis sendiri atau bekerja di sektor yang lebih stabil setelah pulang ke Indonesia.
3. Perencanaan Keuangan yang Matang
Salah satu alasan utama WNI memilih tetap tinggal secara ilegal di Jepang adalah karena mereka belum siap secara finansial buat pulang ke Indonesia. Makanya, penting banget buat:
- Menabung selama masih bekerja di Jepang. Jangan cuma fokus kirim uang ke keluarga, tapi juga sisihkan dana buat masa depan lo sendiri.
- Buat rencana jangka panjang. Kalau tujuan lo tetap bekerja di Jepang, cari jalur legal buat bisa kembali tanpa harus overstay. Kalau lo berencana pulang, pastikan lo udah punya strategi keuangan yang jelas.
4. Edukasi soal Risiko Overstay
Banyak WNI yang memutuskan buat overstay karena nggak tahu risikonya secara jelas. Padahal, kalau ketahuan melanggar aturan imigrasi, mereka bisa kena deportasi dan dilarang masuk Jepang dalam jangka waktu tertentu.
- Denda dan sanksi hukum. Kalau tertangkap, lo bisa dideportasi dan dikenakan larangan masuk ke Jepang selama beberapa tahun.
- Kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Pekerja ilegal seringkali hanya bisa bekerja di sektor informal dengan gaji lebih rendah dan tanpa perlindungan hukum.
- Kehidupan yang nggak stabil. Tanpa dokumen yang sah, lo nggak bisa akses layanan kesehatan, perbankan, atau fasilitas lain yang penting buat kehidupan sehari-hari.
Makanya, sebelum memutuskan buat tetap tinggal di Jepang tanpa izin yang sah, lebih baik pikirin dulu konsekuensinya.
Kesimpulan
Bekerja di Jepang memang menawarkan peluang besar, tapi keputusan buat overstay bukanlah solusi yang bijak. Meskipun gaji di Jepang lebih tinggi, tetap tinggal secara ilegal bisa membawa banyak risiko, mulai dari denda, deportasi, hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Kalau lo pengen tetap kerja di Jepang, lebih baik cari jalur legal seperti memperpanjang kontrak atau mengajukan visa kerja yang sesuai. Tapi kalau lo berencana pulang, manfaatin program pelatihan dan peluang usaha yang disediakan pemerintah supaya lo bisa tetap mandiri secara finansial di Indonesia.
Intinya, jangan sampai keputusan lo sekarang malah bikin masa depan lo jadi lebih sulit. Rencanakan dengan matang, cari alternatif yang lebih aman, dan selalu patuhi aturan hukum di mana pun lo berada.
Biar lo makin paham soal peluang kerja di luar negeri dan cara bikin keputusan finansial yang lebih baik, Follow & Subscribe Transfer Wawasan dari Satu Persen. Lo bakal dapet banyak insight seputar karier global, pengelolaan keuangan, dan strategi buat membangun masa depan yang lebih stabil.
Jadi, jangan ragu buat cek platform Satu Persen dan manfaatin semua resources yang ada ya! Lo juga bisa ikutan Tes Minat Bakat dari Satu Persen!
FAQ
1. Kenapa banyak WNI memilih overstay setelah magang di Jepang?
Karena gaji di Jepang lebih tinggi dibanding di Indonesia, sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan gaji setara di tanah air, serta biaya administrasi yang mahal kalau mereka ingin kembali secara legal.
2. Apa risiko kalau tetap tinggal di Jepang secara ilegal?
Risikonya cukup besar, mulai dari denda, deportasi, larangan masuk Jepang selama beberapa tahun, hingga kesulitan mendapatkan pekerjaan dan akses layanan publik seperti kesehatan dan perbankan.
3. Bagaimana cara tetap bekerja di Jepang secara legal setelah program magang selesai?
Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah mencari perusahaan yang mau memperpanjang kontrak kerja, mengajukan visa kerja baru sesuai bidang yang diminati, atau meningkatkan keterampilan supaya memenuhi syarat untuk pekerjaan dengan izin kerja penuh.
4. Apa yang bisa dilakukan setelah pulang ke Indonesia?
Lo bisa ikut program pelatihan kerja atau wirausaha dari pemerintah buat meningkatkan keterampilan dan peluang mendapatkan pekerjaan yang layak. Selain itu, lo juga bisa mulai merencanakan bisnis sendiri dengan modal yang udah dikumpulkan selama bekerja di Jepang.
5. Apakah ada alternatif selain kerja di Jepang?
Tentu! Banyak negara lain yang juga membuka peluang kerja untuk tenaga kerja asing, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara di Timur Tengah. Pastikan lo memilih jalur yang legal dan sesuai dengan keahlian lo.